Sabtu, 18 Agustus 2012

PENANGANAN TRAUMA THORAX

Gejala/Tanda:
·         Jejas pd dinding thorax
·         Hypotensi
·         Nyeri tekan, krepitasi
·         Empisema subcutan
·         Tekanan V. Jugularis meningkat
·         Percusi : redup / hypersonor
·         Auscultasi : vesicular menurun

Pengelolaan dasar :
  1. Atasi ABC
  2. Hilangkan nyeri.
  3. Monitor KU pasien
  4. Bila luka tusuk & pisau masih menancap, jangan dicabut.
  5. Bila tensionpneumothorax à DECOMPRESI dgn jarum suntik / Abocath.
  6. Lakukan serial Thorax foto (setengah duduk)
  7. Bila sucking chest wound, tutup dng plastik bersih & plester 3 sisi
Pneumothorak adalah : Terdapat udara pada rongga interpleuralis
Closed Pneumothorak    : Dinding rongga dada terbuka, kmdn tertutup à udara masuk rongga interpleura
Open Pneumothorak         : Terjadi hubungan langsung udara luar dgn cav pleura
      Tension Pneumothorak     : Mekanisme ventil/klep, udara dpt masuk tp tdk dpt keluar

Closed Pneumothorak    : Dinding rongga dada terbuka, kmdn tertutup à udara masuk rongga interpleura


Hematothorak adalah : Terdapatnya darah dalam rongga pleura 
- Ringan (mild)               : s.d. 300 cc
- Sedang (moderate)      : 300 – 800 cc
- Berat (massive)           : lebih dari 800 cc darah yg terdapat pada cavum thorak.
- Hematothorak massif  : Dipasang WSD apabila produk drain 800 cc perdarahan inisial atau 200cc/jam

- Flail Chest                  : Bergeraknya satu segmen rongga dada berlawanan dengan gerakan nafas.
  a. Et causa fraktur costae multipel (lebih dari 2 costa) dan segmental
  b. Saat inspirasi :  cekung
  c. Saat ekspirasi : menonjol keluar
  d. Gerakan paradoksal, “Mediastinal Flutter” sehingga respirasi tak efektif dan kematian terjadi

DIAGNOSTIK SINGKAT
- Keadaan mendadak pd thorak sering ditandai dengan SESAK NAFAS.
- Suatu trauma tajam sehingga terjadi hematothorak disamping pneumothorak
- Trauma tumpul dengan sesak nafas atau closed pneumothorak
      - Sesak hebat pada setiap penambahan nafas atau tension pneumothorak